About Me

My Zain

Kadang aku bertanya, untuk apa mengerjakan ini? Atau, untuk apa aku hidup? Dan yang lebih ekstrim lagi, siapa sebenarnya aku ini? Ya, pertanyaan seperti ini kerap muncul ketika kondisi diri sedang galau atau bingung terhadap apa yang dihadapi. Biasanya, orang yang sok jadi motivator bilang, “Itu berarti, kamu tidak mempunyai tujuan pasti dalam hidup ini, efeknya kamu jadi bingung pada apa yang kamu hadapi. Orang yang hidupnya serba teratur dan semua tujuan dari tindakannya jelas tidak mungkin bertanya seperti ini.”

Klise, saya sendiri lebih cenderung mengatakan, justru orang yang mempunyai pertanyaan seperti inilah yang betul-betul menyadari untuk apa hidup ini. Bagaimana mungkin kita mengatakan, bahwa murid yang bertanya soal pelajarannya adalah murid yang bodoh atau mau bodoh. Bukankah, itu tandanya dia punya bekal pengetahuan hingga dari pengetahuan itu timbullah sebuah pertanyaan.

Yang mesti kita sadari adalah bahwa semua yang kita jalani dan alami ini adalah salah satu episode dari sekian banyak episode dalam hidup ini. Baik atau buruk. Tapi, bukan berarti saya pengikut aliran fatalisme, tapi memang kita harus objektif menilai hidup. Bahwa hidup itu tidak mudah tapi jangan dipersulit. Bahwa hidup itu tidak mesti harus berubah (Seperti yang sering dikampanyekan), dan yang ingin saya tegaskan lagi, bahwa kita dalam hidup ini tidak mesti harus punya cita-cita. Saya lebih senang berkata, kita harus punya obsesi. Keduanya beda. Tapi alasan perbedaannya tidak mau saya jelaskan di sini.

Dalam teori Islam ada sebuah cerita umum, bahwa dulu pernah ada sahabat Nabi membiarkan untanya tanpa diikat ketika hendak beribadah di masjid. Oleh Nabi, ia ditanya, “Kenapa untamu tidak kamu ikat?” Dia jawab, “Wahai Nabi, kenapa saya harus mengikatnya kalau semua yang terjadi dalam hidup ini adalah sebab takdir Allah. Saya tawakal saja.” Mendengar jawabanya, Nabi agak tidak senang, Beliau lantas berkata, “Ikatlah untamu itu, kemudian tawakkallah.”

Ya, begitulah arti tawakal dalam Islam. Bahwa kita punya peran dalam hidup ini tapi hanya sekedar peran saja. Yang menentukan dari hasil peran itu adalah Dzat yang menciptakan kita.

Saya adalah santri Pondok Pesantren Sidogiri, Kraton Pasuruan, Jawa Timur. Mencoba untuk sedikit berkontribusi pada semua orang melalui media ini. Dan saya berusaha untuk tidak menyesali apalagi menyalahkan dari apa yang semua ini terjadi. Asli orang Madura. Dan asli orang yang sangat bangga pada identitasnya sebagai SANTRI.

DARI SANTRI UNTUK BANGSA

 Selasa, 15 Mei 2012

Hp: 087754570789 | E-Mail: my_zain09@yahoo.com | Fb: zinedine.zain.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s