Tentang “Bongkar Kebiasaan Lama”…

Belakangan ini saya tertarik dengan slogan salah satu iklan kopi yang lagi gencar-gencarnya berpromosi, yaitu “Bongkar Kebiasaan Lama”. Jujur, saya salut dengan usaha produk ini yang begitu gencarnya melakukan pengenalan produknya. Mereka jor-joran melakukan promosi baik di media elektronik atau massa. Bahkan tidak jarang mata kita sering berpapasan dengan banner atau baliho besar di sepanjang jalan raya bertuliskan “Bongkar…” dengan Iwan Fals sebagai ikon utama iklan ini.

Saya nilai, iklan ini sudah cukup berhasil mempengaruhi opini masyarakat tentang entitas sebuah kopi instan. Bahwa dalam hal kopi sekalipun kita harus membongkar sebuah kebiasaan lama. Tentu, maksud dari iklan ini adalah membongkar kebiasaan kita dalam mengkonsumsi kopi untuk akhirnya beralih pada kopi “Top” yang mereka promosikan. Dan tentu pula, bukan ini maksud saya menulis catatan ini.

Apabila dalam hal remeh sema  cam kopi saja kita harus membongkar kebiasaan lama, apalagi dalam hal lain yang lebih penting dari sebuah seduhan kopi itu. Meski harus dipahami, bahwa kebiasaan itu ada dua, positif dan negatif. Saya tegaskan, ini adalah momen bagi kita untuk berpikir sejenak tentang apa yang selama ini kita jalani di pondok tercinta ini. Tentang segala hal dan apa saja yang ada dalam diri kita. Gaya hidup, belajar, bergaul, beribadah, mengobrol, beretika, dan bahkan dalam model mandi sekalipun.

Bahwa … sudah saatnya kita membongkar kebiasaan tidak baik dari semua itu dan membangun kembali dengan modal pondasi yang lebih kokoh dan terarah. Persis seperti apa yang dikatakan Iwan Fals dalam iklan kopinya itu.

Anda bisa merekam kembali jejak langkah yang selama ini sudah terjalani, di manakah dari rentetan sejarah hidup itu yang mesti dan harus kita bongkar? Tentu anda yang lebih tau. Hanya yang perlu saya tegaskan adalah, bahwa sebenarnya kita benar-benar bodoh apabila cara-cara negatif dan tidak produktif dalam proses hidup kita itu masih dipertahankan.

Slogan “Bongkar” ini mestinya tidak kita ucapkan pada hal-hal yang sudah mapan. Hanya orang bingung yang biasanya melakukan hal itu. Dalam hal baik bukan kalimat bongkar yang harus kita kampanyekan. Saya cenderung suka menggunakan kalimat revolusi, evolusi dan transformasi dalam hal yang sudah mapan itu.

Dan hingga kini, kalimat yang keluar dari mulut Iwan Fals itu benar-benar berhasil mendongkrak angka penjualan produknya itu. Dan bahkan slogan inspiratifnya itu tidak hanya digunakan dalam ‘bab’ kopi saja, tapi dalam hal lain istilah bongkar juga sering kita ucapkan.

Selanjutnya, menjadi tugas kita semua untuk merefleksikan istilah ini dalam ranah yang lebih mendunia. Agar angka peningkatan kualitas hidup kita ini juga ikut terdongkrak, seperti keberhasilan yang telah di capai Iwan Fals dengan produk kopinya itu. Selamat membongkar…. []

Sidogiri, 25 Oktober 2012

Pos ini dipublikasikan di Catatan Ringan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s