MMU Tsanawiyah; Bentengi Akidah Sejak Dini

Madrasah Tsanawiyah didirikan pada Dzul Hijjah 1376 atau Juli 1957, sebagai jenjang pendidikan kedua setelah Madrasah Ibtidaiyah. Di tingkatan ini murid ditargetkan mampu memahami kitab mata pelajarannya sendiri dan kitab pendukung yang lain. Tsanawiyah terdiri dari tiga tingkatan kelas, masing-masing tingkatan dibagi jadi beberapa ruang kelas sesuai dengan kebutuhan.
Mulai tahun ajaran 1429-1430, diadakan kelas akselarasi atau percepatan yang cukup ditempuh dalam masa 2 tahun, kelas ini dikhususkan bagi murid yang memiliki IQ cukup dengan melalui serangkaian tes dan penyeimbangan mata pelajaran. Di kelas akselarasi ini KBM, dilaksanakan dua kali, pagi dan malam. Pagi mulai pukul 07.30 s.d 12.10 Wis dan malam mulai pukul 07.30 s.d. 09.00 Wis. Sedang untuk kelas reguler hanya masuk di siang hari.
Di tingkat Tsanawiyah para murid tidak hanya dibekali dengan pemantapan berbagai macam ilmu keislaman dalam bentuk KBM, tapi ada juga yang melalui kursus yang fokus materinya pada pembekalan dan pemantapan akidah Ahlusunah Waljamaah. Kursus ini ditangani oleh organisasi yang bernama Annajah (Ahlusunah Waljamaah).
Organisasi ini didirikan pada tahun 1964 dengan nama Kahanas (Kaderisasi Ahlusunah Waljamaah). Kemudian pada tahun 1973 organisasi khusus murid Tsanawiyah ini diganti nama menjadi Annajah. Di masa-masa awal, kegiatan Annajah hanya diperuntukkan bagi murid kelas III Tsanawiyah dengan materi berkisar pada akidah, tasawuf, akhlak, dan seputar kemasyarakatan. Baru pada tahun 1984 kegiatan pembekalan ini juga diperuntukkan bagi kelas I dan II Ts dengan fokus materi yang berbeda.
Seiring perkembangan waktu, kini Annajah memiliki tiga kegiatan pokok. Pertama, kursus yang meliputi materi akidah, tasawuf, administrasi, dedaktik metodik, dan fikih kemasyarakatan. Kursus ini terlaksana sepekan sekali untuk tiap kelas dengan pengursus tetap pada masing-masing materi. Dalam satu tahun kursus Annajah ini bisa berlangsung hingga lebih dari 20 kali pertemuan.
Kedua, penerbitan Mading Madinah (Majalah Dinding Annajah) tiap bulan sekali. Mading ini dikelola oleh murid Tsanawiyah yang telah ditunjuk. Selain memuat artikel-artikel akidah Sunni, mading ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antara murid dengan pimpinan MMU Tsanawiyah, serta wahana penampung kreativitas murid di dalam dunia tulis menulis.
Ketiga, menyelenggarakan seminar ilmiah seputar ajaran Ahlusunah Waljamaah setahun sekali untuk masing-masing kelas. Sesuai dengan tujuan didirikannya Annajah untuk membentengi akidah murid, maka materi seminar sebatas pada penguatan akidah dan tidak menyentuh pada ranah perdebatan akidah.
Berbagai tokoh baik lokal maupun nasional sudah pernah diundang untuk menjadi pemateri dalam seminar ini dan berbagai topik akidah sudah pernah diangkat. Semisal, membongkar kesesatan Ahmadiyah, memahami arti tasawuf, Islam Liberal, Islam Jaulah, Islam Kebatinan, dan Islam Kejawen.
Kegiatan seperti ini penting dilaksanakan untuk pemantapan akidah murid Tsanawiyah sejak dini, di samping juga menjadi sarana latihan bagi mereka dalam berorganisasi. Pelaksana kegiatan ini sepenuhnya ditangani oleh murid Tsanawiyah di bawah koordinator pengurus Madrasah. Mereka diangkat melalui sistem pemilihan yang dilaksanakan di awal tahun pelajaran. Selain itu, juga menjadi bekal bagi murid kelas III di dalam menjalani tugas mengajar di berbagai tempat di Indonesia. (BS_69)

Pos ini dipublikasikan di Kabar SIDOGIRI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s