Madrasah Ranting; Berawal dari Sebuah Keprihatinan (1/2)

Di rentang waktu 60an, Pondok Pesantren Sidogiri sudah cukup berkembang dengan sekian banyak santri yang dimiliki dan kelengkapan instrumen lembaganya. Di saat pendidikan klasikal masih jarang dimiliki pesantren, PPS sudah memiliki lembaga klasikal yang mandiri. Baik tingkat Ibtidaiyah atau Tsanawiyah. Bahkan jumlah muridnya sudah mencapai ratusan.

Membludaknya santri dan murid waktu itu membuat ruang-ruang kelas tidak lagi memadai untuk menampungnya. Sehingga terpaksa mereka ditempatkan di masjid, surau bahkan di bilik-bilik santri. Kondisi ini menuntut pengurus untuk mencari solusi terkait dengan masalah kurangnya ruang kelas.

Di saat yang bersamaan, kondisi madrasah diniyah di sekitar PPS justru sangat memperihatinkan. Madrasah yang ada di kampung-kampung sepi peminat dan terus berjalan tanpa ada perubahan. Ditambah lagi kondisi masyarakat sekitar PPS yang waktu itu masih terbelakang dalam hal ilmu agama.

Berawal dari keprihatinan inilah, pada tahun 1961 M KA. Sadoelah Nawawi berinisiatif mengutus beberapa santri seniornya untuk melaksanakan tugas mengajar di madrasah sekitar PPS. Dengan usaha ini, beliau berharap kualitas madrasah itu tambah baik dan maju, sekaligus pula agar guru tugas itu bisa memberikan pemahaman ilmu agama kepada masyarakat.

Dengan terlaksananya penugasan ini, kemudian ada kebijakan dari pengurus untuk membatasi santri yang berasal dari daerah Pasuruan. Mereka yang ingin mondok dianjurkan terlebih dahulu masuk di madrasah yang mengambil guru dari PPS. Baru kemudian melanjutkan di PPS untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

Lama berselang, ide penugasan guru itu terus berlangsung dan kian menuai tanggapan positif dari masyarakat. Melihat keberhasilannya, daerah-daerah lain pun mulai banyak berdatangan ke PPS untuk meminta bantuan guru serupa. Hingga akhirnya program ini mulai melebar ke beberapa tempat di daerah Pasuruan. Waktu itu, madrasah yang mengambil guru bantu belum terikat aturan struktur organisasi yang baku, semuanya berjalan sangat sederhana dan apa adanya.

Dengan kian banyaknya respon positif dari masyarakat, maka pada tahun 1403H/1982M diresmikanlah madrasah ranting dengan segenap managemen dan aturan-aturannya. Melalui para Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT), pengurus menyebarkan formulir untuk diisi data madrasah bagi yang berminat menjadi madrasah ranting. Waktu itu madrasah ranting hanya terbatas pada tingkat Ibtidaiyah dan hanya di daerah Pasuruan saja.

Di tahun berikutnya para PJGT banyak yang mengajukan diri untuk membuka madrasah ranting di daerahnya. Permintaan tersebut mendapat respon positif dari pengurus, hingga pada tahun ajaran 1415-1416 H di bukalah madrasah ranting di luar Pasuruan. Madrasah ranting pertama dari luar Pasuruan waktu itu adalah MMU Karang Sari, Robatal, Sampang. Dan pada tahun itu pula madrasah ranting tingkat Tsanawiyah juga mulai dibuka.

Madrasah ranting yang berasal dari daerah Pasuruan disebut tipe A sedangkan dari luar Pasuruan disebut tipe B. Perkembangan terakhir jumlah madrasah ranting tipe A tingkat Ibtidaiyah mencapai 71 madrasah, 9924 murid dan 1013 guru. Sedangkan tipe B berjumlah 43 madrasah, 6150 murid dan 16 guru. Sedangkan untuk tipe A tingkat Tsanawiyah berjumlah 19 madrasah. Dan tipe B berjumlah 15 madrasah. Madrasah filial ini sudah hampir merata di daerah Pasuruan dan tersebar ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Hingga kini, keberadaan madrasah ranting sudah mulai banyak dirasakan kemanfaatannya. Harapan besar KA. Sadoelah Nawawi untuk memajukan madrasah diniyah di tengah-tengah masyarakat sudah mulai membuahkan hasil. Meski masih banyak yang perlu diperbaiki dari madrasah ranting ini tapi setidaknya kita patut bersyukur sebab keberadaannya masih tetap diminati oleh masyarakat. (BS_71)

Pos ini dipublikasikan di Kabar SIDOGIRI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s