MMU Istidadiyah; Kelas Orientasi MMU PPS

Seperti halnya di lembaga lain, sistem pendidikan madrasiyah (klasikal) di Pondok Pesantren Sidogiri terdiri dari tiga tingkatan. Yaitu Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Namun di PPS masih ada satu tingkatan lagi yang dikenal dengan sebutan Istidadiyah atau sekolah persiapan. Sesuai dengan namanya, tingkatan Istidadiyah ini dikhususkan untuk santri  atau murid baru yang tidak bisa masuk ke tingkatan Ibtidaiyah atau Tsanawiyah.
Di PPS ada ketentuan bahwa semua santri baru yang hendak masuk ke MMU diharuskan terlebih dahulu masuk ke tingkat Istidadiyah kecuali murid yang berasal dari MMU ranting dan yang masuk ke MMU tingkat Aliyah. Jadi, jenjang ini menjadi kelas persiapan bagi mereka untuk masuk ke tingkat Ibtidaiyah atau Tsanawiyah.
Madrasah Istidadiyah berdiri pada 14 Syawal 1409 H / 21 Mei 1989 M. Kegiatan belajar di tingkatan ini hanya ditempuh dalam waktu satu tahun. Untuk selanjutnya, murid Istidadiyah melanjutkan ke tingkat Ibtidaiyah atau Tsanawiyah sesuai dengan hasil ujian akhir tahun pelajarannya. Sistem pembelajaran di MMU Istidadiyah dibagi menjadi dua semester dan di setiap akhir semester diselenggarakan ujian kenaikan kelas. Sehingga dalam setahun kenaikan kelas di Istidadiyah adalah sebanyak dua kali.
Karena target pendidikan di MMU Istidadiyah adalah untuk mempersiapkan murid baru untuk masuk ke tingkat Ibtidaiyah atau Tsanawiyah, kurikulum pun disusun secara khusus. Hanya fan-fan khusus yang diajarkan di masing-masing kelas. Seperti fikih, nahwu, tauhid, dan akhlak. KBM di tingkat Istidadiyah sejak tahun pelajaran 1428-1429 dilaksanakan di pagi hari mulai pukul 07.30 WIS hingga 12.10 WIS dengan waktu istirahat dua kali. Sebelumnya, KBM dilaksanakan pada malam hari. Pada pertengahan semester tahun ini jumlah murid Istidadiyah sebanyak 784 murid yang tersebar di 18 ruang dari 5 kelas mulai dari kelas II sampai kelas VII dengan jumlah total 25 guru baik wali kelas maupun wali fan.
Meski hanya berstatus sekolah persiapan, MMU Istidadiyah tetap dikelola secara serius dengan manajemen profesional dan program yang mapan sebagaimana di tingkatan lain. Seperti musyawarah yang dilaksanakan tiap pukul 05.00 sore kecuali hari Jumat, pembinaan baca kitab, pembinaa qiraah al-Qur’an dan kegiatan olahraga. Bahkan untuk kriteria kenaikan kelas di tingkat Istidadiyah terbilang ketat dibanding tingkatan lain. Sebab semua pelajaran harus sampai pada nilai rata-rata minimum yaitu 60 dan baca kitab menjadi persyaratan kenaikan kelas untuk kelas 5. Di Istidadiyah semua pelajaran menjadi fan pokok yang harus diperhatikan apabila ingin naik kelas.
Masuk MMU Istidadiyah ibarat sebuah proses orientasi santri baru yang dikonsep dengan sistem salaf. Hal ini dengan melihat latar belakang pendidikan dan sosial santri baru yang berbeda-beda yang tentunya memerlukan penanganan khusus. Menangani santri baru sangat berbeda caranya dibanding dengan santri lama. Santri baru masih memerlukan penanganan yang persuasif dan kekeluargaan demi berhasilnya masa adaptasi untuk lingkungan barunya di Pesantren.
Istidadiyah menjadi salah alternatif kreatif di dalam masalah ini. Sebab proses KBM di sini bukan hanya berlangsung untuk mentransfer ilmu pengetahuan. Selain itu, ada langkah pemantapan dan transfer nilai-nilai salaf yang akan menjadi pondasi awal santri baru hidup di pesantren. Layaknya ikan menyelam sambil minum air, murid baru yang masuk di tingkat Istidadiyah selain memperoleh tambahan keilmuan, mereka akan memperoleh pengetahuan ekstra yang berkaitan dengan kehidupan barunya di Pesantren. (BS_67)

Pos ini dipublikasikan di Kabar SIDOGIRI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s