Rebutlah Gelar Wanita Salehah

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya (dunia) adalah wanita salehah. (HR. Muslim)

 Sabda Nabi e di atas kiranya cukup untuk menegaskan akan berharganya seorang wanita. Wanita diibaratkan perhiasan yang akan senantiasa membuat dunia terasa indah. Tanpanya dunia ini akan hampa dan hambar. Layaknya sebuah hiasan, benda sebagus apapun tanpa dilengkapi hiasan akan tampak kurang menarik. Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, pikiran, dan perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di surga, namun Nabi Adam u tetap saja merindukan Siti Hawa.

Di kesempatan lain, Nabi pernah menegaskan bahwa wanita adalah salah satu dari tiga benda yang paling beliau senangi selain harum-haruman dan sejuknya mata ketika salat. Tentu bukan tanpa alasan kenapa Nabi mendaulat wanita sebagai perhiasan terbaik dunia dan menjadikannya sebagai kebanggaan. Sebab, di balik karakternya yang lemah lembut itulah akan terlahir generasi tangguh yang akan menjadi pembela agama. Di balik kasih sayangnya yang tulus itulah akan tumbuh anak-anak penerus bangsa. Dia ada untuk melengkapi yang  tak ada dalam laki-laki; perasaan, emosi, kelemah lembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya, dan tanpa disadari seorang laki-laki akan menjadi lebih kuat karena kehadirannya.

Pertanyaan besarnya adalah, wanita seperti apakah yang akan menjadi perhiasan terbaik itu? Jawabannya jelas, yaitu wanita salehah. Secara umum Rasulullah r menjelaskan ciri-ciri wanita salehah dalam sabdanya. “Bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah tak ada yang terbaik selain istri salehah. Istri yang jika diperintah menaatinya, jika dipandang menyanangkan, jika berjanji selalu setia, dan jika ditinggal pergi selalu memelihara diri dan suaminya. (HR. Ibn Majah).

Dalam ruang lingkup keluarga, wanita salehah mempunyai tugas utama sebagai pendidik terhadap anak-anaknya. Dengan kasih sayangnya yang melebihi seorang laki-laki, wanita akan lebih mudah menyentuh jiwa seorang anak dan mengarahkannya pada jalan kebaikan. Dalam hal mendidik anak seorang Muslimah bisa mencontoh Siti Maryam yang dapat mendidik Isa u di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah (istri Firaun) yang dapat memupuk keimanan Musa u di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian Siti Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau seperti Siti Khadijah t, Aisyah t, Sayidina Fatimah t yang telah berhasil membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan.

Jalinlah hubungan yang baik dengan suami. Bersinergi dalam tugas-tugas rumah tangga tentunya akan menyebabkan roda rumah tangga berjalan dengan harmonis. Istri yang baik adalah yang tidak selalu menyakiti perasaan suaminya, tidak memperkeruh keadaan rumah tangga sebab hal yang sepele dan tidak selalu membebani suami dengan sesuatu di luar kemampuannya. Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.

Dalam hal kehidupan sosial, wanita salehah hendaknya selalu menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang agama. Senantiasa menutup aurat, menjauhi khalwat dan menjaga dari pergaulan yang tidak sehat. Ingatlah bahwa kecantikan yang hakiki itu bukanlah apa yang terlihat dari paras jelita semata tapi kecantikan terbesar wanita itu adalah yang terlihat dari akhlaknya yang santun dan ketaatannya yang tinggi terhadap nilai-nilai agama Islam.

Ketika akhlak seorang wanita buruk, maka buruk pula akhlak generasi bangsa ini, mungkin kita belum lupa dengan semboyan bahwa wanita adalah tiang negara. Bila tiang kekuatan itu sudah rapuh, maka tinggal menunggu waktu untuk membuat negara ini roboh. Janganlah sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dan dengan lekuk tubuhmu. Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh wanita daripada wanita yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodoh wanita pun bisa menundukkan sepandai-pandainya lelaki. Tentu wanita Muslimah yang dibanggakan agama tidak mau dicap sebagai racun dunia yang kerap membuat lelaki mabuk kepayang, tergila-gila, dan bahkan tidak sadarkan diri, tapi jadilah wanita yang menjadi inspirasi bagi semua orang dan wanita salehah yang menjadi dambaan pria saleh.

Dunia sangat merindukan sosok wanita hebat seperti Siti Aisyah, Siti Fathimah, Siti Khadijah, Rabiah Adawiyah, dan sederet wanita salehah yang namanya telah terukir indah oleh tinta emas sejarah. Rebutlah gelar wanita salehah dan goncanglah dunia ini dengan kekuatan indah lemah lembutmu. Jadikanlah malu sebagai perisai hidupmu. (BS_71)

Pos ini dipublikasikan di Muslimah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s