Yakinlah Wahai Wanita Muslimah!

Entah apa jadinya bila di dunia ini tidak ada sosok wanita. Pasti seorang pria akan tumbuh menjadi sosok yang keras dan yang pasti kita tidak akan lahir ke dunia ini. Maha Suci Allah yang telah menciptakan Siti Hawa sebagai pendamping Nabi Adam di surga, hingga kita bisa terlahir ke dunia ini. Berkat sosok wanita salehah jualah bisa terlahir makhluk teragung, Nabi Muhammad r.

Nabi sendiri berkali-kali menegaskan bahwa wanita adalah makhluk yang sangat Beliau sukai. Di antaranya, diceritakan oleh Anas t, ia berkata, “Nabi r melihat beberapa orang perempuan dan anak-anak datang dari suatu pesta perkawinan, lalu Beliau berdiri menyambut kedatangan mereka. Beliau berkata, ‘Ya Allah, kalian adalah termasuk golongan manusia yang paling aku senangi’. Ucapan tersebut Beliau katakan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari Muslim).

Sungguh menjadi anugerah terindah menjadi makhluk yang paling dicintai oleh manusia teragung sepanjang masa. Tidak ada alasan bagi wanita Muslimah untuk tidak berbangga dengan menganggap dirinya sosok kelas dua yang terpinggirkan. Apalagi mereka hidup di bawah naungan panji Islam yang sangat menghargai keberadaannya. Coba saja kita bandingkan dengan perlakuan agama di luar Islam, seperti orang jahiliah dulu di dalam memperlakukan wanita. Coba kita renungkan ayat berikut:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. (an-Nahl [16]:58).

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh? (at-Takwîr [81]:8-9).

Waktu itu, wanita dianggap sebagai makhluk najis yang tidak mempunyai hak apa-apa, memiliki anak perempuan menjadi aib keluarga yang harus dihindari. Wanita tidak lebih hanya sebuah komoditi yang bisa seenaknya diperjual-belikan. Tidak mempunyai hak waris. Bahkan, dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjualnya kalau ia tidak mempunyai saudara laki-laki.

Sayyidina Umar bin Khattab t pernah berkata, “Demi Allah, pada zaman jahiliah kami menganggap wanita itu tidak ada artinya sampai turun ayat Allah mengenai wanita dan memberinya bagian tertentu.”

Kondisi ini sangat berbeda setelah Islam datang dengan ajarannya yang menghapus tuntas semua sifat diskriminatif itu. Islam memandang wanita sebagai makhluk Allah yang wajib dimuliakan dan juga mempunyai hak-hak yang sama sebagai manusia. Dalam Islam wanita ditempatkan dalam posisi yang sangat mulia dan terhormat. Tidak sedikitpun ditemukan indikasi bahwa Islam memperlakukan wanita dengan semena-mena. Mereka juga punya hak untuk hidup, belajar, dan mengembangkan kreativitasnya selayaknya kaum laki-laki.

Namun, yang perlu disadari oleh wanita Muslimah bahwa persamaan hak dan kebebasan yang dimilikinya bukan lantas bebas tanpa batas. Persamaan dan keadilan yang dimilikinya adalah sesuai dengan kodrat dan karakternya sebagai wanita. Islam tidak membenarkan dengan dalih persamaan hak bagi wanita untuk mengeksplor dirinya sebebas-bebasnya hingga dapat menghilangkan tugas dirinya sebagai wanita.

Demikian sungguh sangat wajar, sebab siapa yang menginginkan benda yang paling dicintainya rusak dan jelek hanya gara-gara dibiarkan begitu saja tanpa dijaga?

Artinya adalah Islam tetap memberikan rambu-rambu yang harus dipenuhinya sebagai wanita Muslimah. Seperti kewajiban hijab, larangan khalwat, larangan keluar rumah dengan penampilan yang seronok. Semua aturan ini semata-mata untuk menjaga dirinya dari sesuatu yang merusak agama dan harga dirinya sebagai wanita yang terhormat.

Aneh sekali bukan apabila ada seorang wanita yang dengan tanpa malu membuang begitu saja semua anugerah yang telah diberikan oleh Allah r kepada dirinya itu?

Dengan dalih kebebasan ia rela mempertontonkan auratnya, mengumbar nafsu dan yang tak kalah parah adalah meninggalkan kewajiban dirinya sebagai istri dalam sebuah tatanan rumah tangga.

Para musuh Islam sangat lihai mempermainkan seorang wanita. Membujuknya untuk tidak percaya diri terhadap agamanya. Mereka sadar apabila Muslimah sudah jauh meninggalkan agamanya akhlaknya akan rusak dan tidak akan terlahir generasi tangguh yang akan memperjuangkan agama Allah I. Sebab di balik tokoh hebat yang terlahir ke dunia pasti di belakangnya ada seorang wanita yang hebat pula.

Yang perlu diingat adalah bahwa untuk menjadi Muslimah yang maju tidak harus dengan mengorbankan agama dan harga dirinya. Yakinlah wahai wanita Muslimah, bahwa dengan mengikuti ketentuan yang telah digariskan oleh Islam sudah cukup mengantarkan dirimu menjadi wanita yang paling berharga di dunia mapun di akhirat. (BS_70)

Pos ini dipublikasikan di Muslimah dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s