Tipu Daya yang Baik

Dalam sebuah riwayat, pada suatu malam Imam Abu Hanifah didatangi seorang lelaki. Orang itu berkata, “Tolonglah aku sebelum fajar menyingsing, bila tidak berati aku ceraikan istriku.” Abu Hanifah bertanya keheranan, “Bagaimana bisa begitu?” Orang itu menjawab, “Malam ini istriku mogok bicara denganku, maka aku sumpahi dia, ‘jika fajar terbit dan kamu tidak mau bicara denganku maka kamu saya cerai dengan talak tiga.’ Aku sudah menggunakan segala cara agar ia mau bicara.” Abu Hanifah berkata, “Pergilah dan temui muadzin masjid! Suruhlah ia azan sebelum fajar. Barangkali bila istrimu mendengar (azan) ia akan bicara denganmu. Kemudian temui istrimu serta rayulah dia supaya bicara sebelum si muadzin mengumandangkan azan (palsu)nya.”

Lelaki itu menuruti anjuran Abu Hanifah. Ia sudah membujuk istrinya, kemudian terdengar suara azan. Si istri berkata, “Fajar telah terbit, sungguh aku telah bebas darimu.” Suaminya membalas, “Bahkan kamu bicara padaku sebelum fajar dan aku telah terbebas dari sumpah.”

Disarikan dari Mi’ah Qishshah wal-Qashshash./BS/68.

Pos ini dipublikasikan di al-Kisah dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s